Aimas – Djokovic terus melaju kembali menunjukkan kelasnya di ajang US Open 2025 dengan melangkah ke babak berikutnya.
Meskipun belum mencapai performa terbaiknya, petenis asal Serbia itu tetap mampu menyingkirkan lawan-lawannya.
Dalam pertandingan terakhir, Djokovic mengalahkan lawan asal Argentina dalam pertandingan empat set yang cukup menegangkan.

Baca Juga : Pemerintah manfaatkan AI untuk percepat digitalisasi layanan publik
Skor akhir 6-4, 3-6, 6-3, dan 7-6 memperlihatkan bahwa sang juara Grand Slam 24 kali itu masih harus bekerja keras.
Sepanjang pertandingan, Djokovic tampak beberapa kali frustrasi dengan pukulannya sendiri.
Ia terlihat sering berbicara kepada dirinya sendiri, menunjukkan bahwa ia sadar permainannya belum sepenuhnya stabil.
Meski begitu, Djokovic tetap mampu menjaga fokus di poin-poin krusial, yang menjadi salah satu keunggulannya.
Dalam konferensi pers usai pertandingan, ia mengakui belum menemukan ritme terbaiknya di turnamen ini.
“Saya masih mencari bentuk permainan yang ideal. Tapi saya bersyukur bisa terus melaju,” ujar Djokovic.
Ia juga menyebut kondisi cuaca di New York yang cukup lembap turut memengaruhi kebugaran dan performanya.
Meski belum sempurna, Djokovic tetap menunjukkan mental juara yang selama ini menjadi ciri khasnya.
Beberapa kali dalam pertandingan, ia bangkit setelah tertinggal poin, menunjukkan determinasi luar biasa.
Lawan-lawan Djokovic pun mengakui bahwa meski tidak dalam performa puncak, Djokovic tetap sulit dikalahkan.
“Dia tahu cara menang, bahkan saat tidak bermain dalam level tertingginya,” ujar pelatih salah satu lawannya.
Seiring turnamen berjalan, Djokovic berharap performanya akan meningkat.
Jadwal pertandingan yang cukup padat menjadi tantangan tersendiri bagi petenis berusia 38 tahun itu.
Meski usianya tidak muda lagi, Djokovic masih memiliki ambisi besar untuk menambah koleksi gelar Grand Slam-nya.
Ia berambisi untuk menyamai, bahkan melampaui rekor Serena Williams di US Open, yang memiliki enam gelar tunggal.
Tahun ini, Djokovic mengincar gelar US Open keempatnya setelah terakhir juara pada 2018.
Ia sempat absen juara karena cedera dan beberapa kekalahan mengejutkan dalam dua edisi terakhir.
Banyak pengamat menyebut bahwa performa Djokovic di babak awal Grand Slam sering lambat panas.
Namun biasanya, ia akan semakin solid dan berbahaya di babak-babak akhir.















