Aimas – Kemlu Respons Baliho Baru-baru ini, muncul baliho besar bergambar wajah Menteri Pertahanan Indonesia, Prabowo Subianto, di salah satu sudut kota Tel Aviv, Israel.
Baliho tersebut menjadi viral dan menarik perhatian banyak pihak, baik di dalam maupun luar negeri.
Kejadian ini memicu beragam reaksi, terutama mengingat posisi Indonesia yang belum menjalin hubungan diplomatik resmi dengan Israel.
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) segera merespons isu ini dengan tegas dan jelas.
Juru bicara Kemlu menyatakan bahwa pemasangan baliho tersebut tidak mewakili sikap resmi pemerintah Indonesia.
Menurut Kemlu, baliho itu merupakan inisiatif pribadi atau kelompok tertentu tanpa persetujuan resmi dari pihak terkait.
Indonesia selama ini memegang prinsip kebijakan luar negeri yang tegas mengenai isu Palestina dan Israel

Dalam berbagai kesempatan, Indonesia mendukung kemerdekaan Palestina dan mengutuk berbagai bentuk agresi di wilayah tersebut.
Baca Juga : Suku Besar IMEKKO Kabupaten Sorong Deklrasi Dukung Program Prioritas Nasional Presiden Prabowo
Oleh karena itu, kemunculan baliho Prabowo di Tel Aviv menimbulkan pertanyaan mengenai makna dan tujuan pemasangannya.
Kemlu menegaskan bahwa pemerintah Indonesia belum memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Israel.
Baliho tersebut bukan merupakan bagian dari kampanye politik atau diplomasi resmi yang dijalankan oleh pemerintah.
Pemerintah juga menegaskan tidak pernah memberikan mandat atau izin pemasangan baliho tersebut.
Dalam konferensi pers, Kemlu mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dengan informasi yang tidak jelas sumbernya.
Baliho yang menampilkan wajah Prabowo tersebut diyakini dipasang oleh pihak yang ingin memanfaatkan citra politiknya untuk tujuan tertentu.
Terkait hal ini, Kemlu sedang berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Indonesia di negara-negara terkait untuk mengklarifikasi situasi.
Pemerintah juga melakukan komunikasi dengan pihak berwenang di Tel Aviv guna menindaklanjuti pemasangan baliho tersebut.
Kejadian ini memunculkan diskusi tentang pentingnya menjaga citra dan hubungan diplomatik Indonesia di kancah internasional.
Selain itu, publik Indonesia mempertanyakan bagaimana bisa baliho tersebut terpasang tanpa pengawasan yang ketat.
Beberapa pengamat politik menilai bahwa fenomena















