Breaking News
"Berita" adalah sajian informasi terkini yang mencakup peristiwa penting, fenomena sosial, perkembangan ekonomi, politik, teknologi, hiburan, hingga bencana alam, baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Kontennya disusun berdasarkan fakta dan disampaikan secara objektif, akurat, dan dapat dipercaya sebagai sumber referensi publik.
Grab
Grab
Grabe Grabe Grabe

KONI isyaratkan PON 2028 fokus pada cabang olahraga Olimpiade

Aimas – KONI isyaratkan PON Olahraga Nasional Indonesia (KONI) memberikan sinyal kuat bahwa Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 mendatang akan difokuskan pada cabang-cabang olahraga yang masuk dalam daftar Olimpiade. Langkah ini disebut sebagai bagian dari strategi nasional untuk meningkatkan prestasi Indonesia di kancah internasional, terutama menjelang Olimpiade 2032.

Isyarat tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Umum KONI Pusat, Letjen (Purn) Marciano Norman, dalam rapat koordinasi persiapan pasca-PON XXI Aceh–Sumatera Utara 2024. Ia menyebut bahwa evaluasi besar-besaran terhadap pelaksanaan PON sebelumnya tengah dilakukan, dan hasilnya akan menjadi dasar dalam menentukan arah penyelenggaraan PON berikutnya.

“Kita ingin PON tidak hanya menjadi ajang seremonial atau pesta olahraga, tetapi juga menjadi ajang pembinaan yang selaras dengan arah prestasi internasional. Karena itu, kami sedang mengkaji agar PON 2028 lebih fokus pada cabang-cabang olahraga Olimpiade,” kata Marciano di Jakarta, Kamis (6/11/2025).


Evaluasi PON 2024 Jadi Titik Tolak

KONI isyaratkan PON
KONI isyaratkan PON

Baca Juga : Samsat Keliling tersedia di 14 wilayah Jadetabek pada Selasa

Menurut Marciano, pelaksanaan PON XXI/2024 di Aceh dan Sumatera Utara telah memberikan banyak pelajaran, terutama dalam hal manajemen penyelenggaraan, jumlah cabang olahraga, serta efisiensi anggaran. Ia menilai, meskipun secara keseluruhan sukses, namun PON kali ini diikuti oleh terlalu banyak cabang olahraga — lebih dari 80 — yang tidak semuanya memiliki relevansi dengan target prestasi Olimpiade.

“Ada cabang olahraga yang tidak termasuk dalam daftar Olimpiade atau Asian Games, bahkan sebagian belum berkembang di tingkat internasional. Ini harus kita tinjau ulang agar pembinaan atlet lebih terarah,” tegasnya.

KONI menilai bahwa penyederhanaan jumlah cabang olahraga akan membuat pelaksanaan PON lebih efisien, sekaligus memastikan setiap medali yang diperebutkan benar-benar berkontribusi terhadap penguatan prestasi nasional.


Fokus pada Pembinaan dan Kualitas Atlet

Selain efisiensi, pendekatan baru ini juga ditujukan untuk memperkuat sistem pembinaan jangka panjang. Dengan fokus pada cabang Olimpiade seperti atletik, renang, angkat besi, panahan, bulu tangkis, senam, dan dayung, diharapkan pembibitan atlet muda di tingkat daerah bisa langsung diarahkan ke jenjang internasional.

“Setiap PON harus menjadi bagian dari sistem piramida pembinaan. Atlet terbaik dari daerah harus memiliki jalur langsung menuju Pelatnas. Jadi bukan hanya berprestasi di tingkat nasional, tapi juga siap bersaing di Olimpiade,” jelas Marciano.

KONI juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) serta Komite Olimpiade Indonesia (KOI) untuk menyusun peta jalan pembinaan terpadu. Program ini mencakup pemetaan potensi unggulan tiap provinsi dan penguatan sarana latihan yang sesuai standar internasional.

Cabang Non-Olimpiade Tak Akan Dihilangkan Sepenuhnya

Meski fokus akan bergeser ke cabang Olimpiade, Marciano menegaskan bahwa cabang olahraga non-Olimpiade tidak akan serta-merta dihapus. Sebaliknya, cabang-cabang tersebut akan tetap mendapat ruang dengan status sebagai ekshibisi atau demonstrasi, guna menjaga keragaman

tokopedia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *