Aimas – Gibran hadiri pertemuan dalam rangkaian acara G20 Summit 2025 yang digelar di Bali. Pada kesempatan tersebut, Gibran tidak hanya mengikuti pertemuan bilateral antara Indonesia dengan negara mitra, tetapi juga berpartisipasi aktif dalam pertemuan MIKTA (Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki, dan Australia) yang menjadi bagian dari diplomasi Indonesia dalam kerangka internasional. Pertemuan ini diadakan untuk memperkuat hubungan bilateral dan membahas isu-isu global yang menjadi perhatian bersama, di sela-sela kegiatan puncak G20.
Gibran di Tengah Diplomasi Global: MIKTA sebagai Forum Kerja Sama Strategis

Baca Juga : Arah Kebijakan Ekonomi Prabowo di Bawah Kawalan Menkeu Baru
Gibran hadiri pertemuan MIKTA yang merupakan forum kerja sama lima negara—Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki, dan Australia—telah menjadi salah satu forum yang memainkan peran penting dalam memperkuat hubungan negara-negara berkembang dan maju, serta meningkatkan solidaritas dalam menghadapi tantangan global. Pertemuan yang digelar di Bali ini menjadi platform bagi Gibran untuk mendalami berbagai isu diplomatik, baik yang berkaitan dengan perekonomian global, perubahan iklim, hingga keamanan dunia.
Pada acara tersebut, Gibran mengungkapkan pentingnya peran kerja sama multilateral dalam membangun dunia yang lebih stabil dan sejahtera. “Sebagai bagian dari MIKTA, Indonesia memiliki komitmen yang kuat untuk memperkuat hubungan dengan negara-negara mitra. Kami yakin dengan kolaborasi multilateral, kita bisa menghadapi tantangan global dengan lebih efektif, terutama dalam bidang perekonomian dan keberlanjutan lingkungan,” ujar Gibran saat memberikan sambutan di depan para pemimpin negara dan delegasi yang hadir.
Selain itu, Gibran juga menekankan pentingnya peningkatan kerja sama ekonomi dan pertukaran teknologi antarnegara. Indonesia, sebagai salah satu negara dengan perekonomian terbesar di Asia, memiliki banyak peluang untuk mempererat hubungan dengan negara-negara MIKTA, baik dalam hal investasi, perdagangan, maupun inovasi teknologi.
Bilateral dengan Negara Mitra: Memperkuat Diplomasi Ekonomi Indonesia
Selain menghadiri pertemuan MIKTA, Gibran juga berkesempatan untuk menghadiri pertemuan bilateral dengan beberapa negara mitra Indonesia yang turut hadir dalam G20. Dalam pertemuan tersebut, Gibran berfokus pada penguatan kerja sama ekonomi dan investasi untuk mempercepat pemulihan ekonomi pasca-pandemi dan mendorong Indonesia sebagai tujuan investasi yang semakin menarik.
Gibran bertemu dengan sejumlah pemimpin negara, termasuk Presiden Meksiko, Perdana Menteri Australia, serta Presiden Turki. Di dalam diskusi tersebut, Gibran mengajak negara-negara mitra untuk melihat potensi besar Indonesia sebagai salah satu ekonomi terbesar di kawasan Asia Tenggara dan pasar yang berkembang pesat.
“Saya yakin Indonesia memiliki banyak potensi yang bisa dimanfaatkan oleh investor asing, terutama dalam sektor-sektor seperti industri digital, energi terbarukan, dan pariwisata. Melalui kerja sama dengan negara mitra, kita dapat menciptakan peluang ekonomi yang saling menguntungkan,” ujar Gibran dalam pertemuan tersebut.
Pada kesempatan itu, Gibran juga membahas mengenai upaya Indonesia dalam mengatasi masalah perubahan iklim dan komitmen negara dalam energi terbarukan. Ia berharap negara-negara mitra bisa memperkuat kerja sama dengan Indonesia dalam hal teknologi hijau, serta mendukung Indonesia untuk mengurangi emisi karbon.
Meningkatkan Peran Indonesia dalam Diplomasi Global
Sebagai seorang pemimpin muda, Gibran juga dilihat sebagai bagian dari generasi baru yang membawa perspektif segar dalam diplomasi Indonesia. Hadirnya Gibran di G20 dan pertemuan-pertemuan internasional lainnya menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya mengandalkan peran Presiden Joko Widodo, tetapi juga memanfaatkan potensi pemimpin muda dalam memperjuangkan kepentingan nasional.
Dalam beberapa tahun terakhir, Gibran telah aktif dalam memperkenalkan Indonesia di berbagai forum internasional, baik dalam kapasitasnya sebagai Wali Kota Solo maupun sebagai bagian dari delegasi Indonesia dalam berbagai pertemuan multilateral. Ia memanfaatkan setiap kesempatan untuk membangun jejaring dan memperkuat posisi Indonesia di kancah global.
“Sebagai generasi muda, saya merasa penting untuk terus belajar dan berinteraksi dengan para pemimpin dunia. Melalui forum-forum seperti G20 dan MIKTA, kita bisa memperlihatkan potensi Indonesia dalam berbagai sektor, serta memastikan Indonesia tetap menjadi pemain penting dalam percaturan global,” tambah Gibran dengan penuh semangat.
Momen Strategis Bagi Indonesia di G20
Peran Indonesia dalam G20 sangat krusial, mengingat forum ini terdiri dari negara-negara ekonomi terbesar dunia yang dapat mempengaruhi kebijakan global, terutama dalam menghadapi tantangan ekonomi global, perubahan iklim, dan ketegangan geopolitik. Dalam G20, Indonesia menyoroti berbagai isu penting, seperti pemulihan ekonomi pasca-pandemi, transformasi digital, dan keberlanjutan lingkungan.
Gibran melihat G20 sebagai kesempatan strategis bagi Indonesia untuk lebih menonjolkan diri di tengah negara-negara besar dan berkontribusi pada penyelesaian masalah global. Dalam konteks ini, kehadiran Gibran di berbagai pertemuan bilateral dan MIKTA sangat penting untuk memperkuat diplomasi Indonesia dan membuka lebih banyak peluang kerja sama internasional.
Bali sebagai Lokasi Diplomasi Global
Bali, yang menjadi tuan rumah G20 pada tahun ini, juga berperan penting sebagai simbol keindahan alam Indonesia dan potensi sektor pariwisata yang sangat besar. Selain menjadi tempat pertemuan para pemimpin negara, Bali juga menunjukkan bahwa Indonesia siap menjadi tuan rumah bagi berbagai pertemuan internasional, serta memperkenalkan budaya dan keindahan alamnya ke dunia.
Gibran juga menyampaikan bahwa melalui diplomasi internasional, Indonesia dapat lebih banyak mempromosikan wisata halal, kuliner, dan berbagai produk lokal yang dapat memperkenalkan budaya Indonesia di kancah global. “Bali menjadi saksi bagi Indonesia untuk menunjukkan kepada dunia bahwa kita siap berperan dalam berbagai isu global. Selain itu, kami juga ingin mempromosikan pariwisata dan produk lokal Indonesia agar semakin dikenal dan diminati dunia,” jelas Gibran.
Harapan untuk Masa Depan Diplomasi Indonesia
Kehadiran Gibran di forum-forum internasional seperti G20, MIKTA, dan pertemuan bilateral lainnya menunjukkan betapa pentingnya peran pemimpin muda dalam membawa Indonesia ke arah yang lebih baik di kancah global. Melalui diplomasi yang aktif dan kerja sama internasional yang solid, Indonesia bisa memperkuat posisi dan perannya dalam menyelesaikan berbagai tantangan dunia.
“Ke depan, Indonesia akan terus mengedepankan kerja sama multilateral sebagai salah satu kunci untuk membangun dunia yang lebih damai, sejahtera, dan berkelanjutan. Kami ingin memastikan Indonesia tetap menjadi pemain yang aktif dan konstruktif di forum-forum internasional,” kata Gibran menutup pertemuan.
Dengan langkah-langkah ini, Gibran tidak hanya berperan sebagai pemimpin di dalam negeri, tetapi juga sebagai diplomat muda yang membangun jaringan internasional untuk kebaikan Indonesia dan dunia secara keseluruhan.















