Breaking News
"Berita" adalah sajian informasi terkini yang mencakup peristiwa penting, fenomena sosial, perkembangan ekonomi, politik, teknologi, hiburan, hingga bencana alam, baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Kontennya disusun berdasarkan fakta dan disampaikan secara objektif, akurat, dan dapat dipercaya sebagai sumber referensi publik.
Grab
Grab
Grabe Grabe Grabe

Angka Stunting di Kabupaten Sorong Turun Jadi 17 Persen, Di Bawah Rata-Rata Nasional

News Aimas – Upaya berkelanjutan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sorong dalam menekan angka stunting membuahkan hasil signifikan. Berdasarkan data terbaru dari aplikasi e-PPGBM tahun 2024, prevalensi stunting di Sorong turun menjadi 17 persen, jauh di bawah rata-rata nasional sebesar 25,1 persen.

Penanganan Stunting Butuh Penanganan Lintas Sektor : DPRD Provinsi DKI  Jakarta
Angka Stunting di Kabupaten Sorong Turun Jadi 17 Persen, Di Bawah Rata-Rata Nasional

Informasi ini disampaikan oleh Jenny Pendek, Kepala Bidang Pengendalian Penduduk, Penyuluhan, dan Penggerakan DP3AP2KB Kabupaten Sorong, dalam kegiatan Aksi Konvergensi Penurunan Stunting di Aimas Hotel, Kamis (10/7/2025).

“Ini menunjukkan bahwa program intervensi gizi yang kami jalankan sejak awal mulai menunjukkan dampak positif,” ujarnya.

🎯 Program Gizi Terpadu Jadi Kunci Keberhasilan

Jenny menjelaskan bahwa penurunan stunting tak lepas dari intervensi terpadu yang menyasar kelompok rentan seperti:

  • Calon pengantin

  • Ibu hamil

  • Baduta dan balita

  • Anak usia sekolah, khususnya non-PAUD

Salah satu program yang dianggap paling berdampak adalah pemberian makanan bergizi gratis, bagian dari kebijakan nasional Presiden RI, yang diimplementasikan secara aktif di Sorong.

Baca Juga : Sampah TPS Menumpuk Tak Kunjung Diangkut, Warga RT 002 Kampung Pisang Minta Pemkot Sorong Bertindak

“Ketersediaan asupan gizi yang memadai bagi kelompok ini sangat menentukan tumbuh kembang anak,” tambahnya.

📊 Data Lokal Didorong Jadi Basis Nasional

Meskipun angka 17 persen berasal dari sistem lokal e-PPGBM, Jenny berharap ke depan data ini bisa diakui secara nasional, asalkan tingkat pelaporan dari setiap sektor bisa ditingkatkan hingga minimal 80 persen.

“Kami ingin data e-PPGBM jadi acuan nasional. Karena itu, konsistensi input data dari puskesmas dan desa sangat penting,” tegasnya.

🤝 Sinergi Lintas Sektor Terus Diperkuat

DP3AP2KB juga mendorong kolaborasi berkelanjutan dengan puskesmas, OPD teknis, dan pemerintah kampung dalam mengawal program pencegahan stunting.

“Tujuan akhirnya adalah menciptakan generasi Kabupaten Sorong yang sehat, cerdas, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” tutup Jenny.

tokopedia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *