News Aimas – Demo Nabire berlangsung di sejumlah titik di Kabupaten Nabire, Papua, dengan pengawalan ketat dari ratusan aparat keamanan. Aksi yang digelar oleh Front Rakyat Bergerak ini mengangkat sejumlah isu penting, mulai dari keberadaan Freeport hingga pelaksanaan otonomi khusus (Otsus) di Papua.

Dalam demo Nabire tersebut, massa menyuarakan aspirasi mereka terkait pengelolaan sumber daya alam dan dampaknya terhadap masyarakat lokal. Mereka menilai bahwa kebijakan yang ada belum sepenuhnya memberikan manfaat yang merata bagi warga Papua. Isu Freeport menjadi salah satu sorotan utama dalam aksi ini.
Baca Juga : bri tebar sembako rayakan paskah 2026
Selain itu, massa juga mengkritisi pelaksanaan Otsus yang dinilai belum berjalan optimal. Mereka meminta pemerintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh agar program tersebut benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Tuntutan ini disampaikan secara terbuka melalui orasi di berbagai titik aksi.
Aparat keamanan yang terdiri dari kepolisian dan unsur terkait lainnya mengawal jalannya aksi untuk memastikan situasi tetap kondusif. Petugas melakukan pengamanan di lokasi-lokasi strategis guna mencegah potensi gangguan keamanan. Hingga berlangsungnya aksi, situasi terpantau aman dan terkendali.
Koordinator aksi mengajak peserta untuk menyampaikan aspirasi secara tertib dan damai. Mereka juga menegaskan bahwa tujuan utama demo Nabire adalah mendorong perubahan kebijakan yang lebih berpihak kepada masyarakat Papua.
Kehadiran aparat dalam jumlah besar menunjukkan keseriusan pihak keamanan dalam menjaga stabilitas wilayah. Sementara itu, pemerintah diharapkan dapat merespons aspirasi yang disampaikan secara konstruktif.
Demo Nabire ini mencerminkan dinamika sosial yang terus berkembang di Papua. Dengan dialog yang terbuka dan pendekatan yang tepat, semua pihak diharapkan dapat menemukan solusi terbaik demi kesejahteraan masyarakat.















