Aimas – Penataan Trayek Angkot Pemerintah Kabupaten Sorong melakukan langkah strategis dalam upaya meningkatkan kualitas transportasi umum di wilayahnya.
Salah satu upaya yang kini tengah dilakukan adalah penataan trayek angkutan kota (angkot) dan angkutan perdesaan.
Penataan ini menjadi bagian dari perencanaan jangka panjang dalam memperbaiki sistem mobilitas masyarakat secara efisien dan aman.
Fokus utama penataan kali ini berada di wilayah Aimas, yang merupakan pusat pemerintahan dan aktivitas ekonomi Kabupaten Sorong.
Dalam tahap awal, Dinas Perhubungan Kabupaten Sorong menetapkan dua rute utama untuk jalur lingkar Aimas.
Kedua rute tersebut diharapkan bisa mengakomodasi kebutuhan masyarakat yang selama ini mengalami keterbatasan akses transportasi umum.
Rute pertama melayani jalur dari Terminal Aimas menuju daerah Klamalu, melewati kawasan perkantoran dan sekolah-sekolah.
Sementara rute kedua akan mencakup daerah sekitar Klamasen, melewati beberapa pusat perbelanjaan dan fasilitas kesehatan.

Baca Juga : Respons Mendagri, Bupati Pati Naikkan PBB 250 Persen
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sorong menjelaskan bahwa pemilihan dua rute ini telah melalui kajian lapangan dan analisis kebutuhan mobilitas masyarakat.
Ia menyebutkan bahwa jalur lingkar Aimas dipilih karena merupakan pusat pertumbuhan kota yang terus berkembang.
Trayek baru ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi.
Penambahan trayek juga menjadi solusi dalam mengurai kemacetan dan meningkatkan konektivitas antarwilayah dalam kabupaten.
Pemerintah juga melibatkan para pengemudi angkot dalam proses perencanaan dan sosialisasi trayek baru ini.
Mereka diberikan pelatihan terkait rute baru, etika berkendara, dan pentingnya pelayanan prima kepada penumpang.
Selain pengemudi, para pemilik kendaraan juga dilibatkan untuk memastikan kesiapan armada yang layak dan aman.
Dishub Sorong juga melakukan pengecekan terhadap kelayakan kendaraan angkot yang akan beroperasi di dua rute baru tersebut.
Kelayakan ini meliputi kondisi mesin, kebersihan, serta fasilitas keselamatan seperti rem, lampu, dan ban.
Selain penataan trayek, pemerintah juga tengah menyiapkan halte dan titik pemberhentian yang strategis.
Halte-halte ini nantinya akan dibangun di lokasi yang dekat dengan sekolah, rumah sakit, dan pasar.
Tujuannya adalah mempermudah akses masyarakat, terutama mereka yang tidak memiliki kendaraan pribadi.















