Aimas – Bupati menyinggung Pernyataan Bupati Sorong yang menyangkut kegiatan Gerhana Matahari Total (GMT) baru-baru ini menuai kontroversi di kalangan masyarakat dan netizen.
Ucapan tersebut dianggap kurang sensitif, bahkan menyinggung beberapa pihak karena mengandung unsur ketidaktelitian ilmiah dan politis.
Pernyataan itu disampaikan dalam forum resmi di kantor pemerintahan, saat Bupati menyinggung soal dampak GMT terhadap aktivitas masyarakat Sorong.
Bupati menyebut bahwa “GMT bukanlah fenomena penting” dan mengklaim bahwa “tidak perlu ada perayaan atau pengamatan ilmiah yang berlebihan.”
Pernyataan ini langsung menyebar luas di media sosial dan menuai kecaman, terutama dari kalangan akademisi dan pecinta astronomi
Sebagian pihak menyayangkan sikap Bupati yang dianggap mengabaikan nilai edukatif dan budaya dari fenomena langka tersebut.

Baca Juga : Kemlu Respons Baliho Wajah Presiden Prabowo di Tel Aviv Israel
Sorong sendiri termasuk salah satu wilayah di Papua Barat Daya yang akan dilintasi oleh jalur totalitas GMT pada 2024 lalu, dan fenomena ini mendapat perhatian global.
Beberapa komunitas astronomi bahkan telah datang dari luar negeri untuk melakukan pengamatan langsung di wilayah tersebut.
Namun, akibat pernyataan Bupati yang cenderung meremehkan, beberapa agenda ilmiah sempat terganggu.
Polemik ini semakin membesar ketika sejumlah tokoh masyarakat menilai bahwa Bupati kurang memahami pentingnya promosi pariwisata berbasis fenomena alam.
Demi meredakan situasi, Wakil Bupati Sorong, Sutejo, akhirnya turun tangan dan memberikan klarifikasi resmi kepada publik.
Dalam konferensi pers di Kantor Bupati, Wabup Sutejo mengatakan bahwa pernyataan Bupati telah disalahpahami dan dipotong konteksnya.
“Yang dimaksud Bupati adalah agar kita tidak hanya fokus pada peristiwa alam, tapi juga pada peningkatan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.
Namun klarifikasi ini tidak sepenuhnya diterima oleh publik, karena rekaman video Bupati tersebar utuh dan memperlihatkan konteks aslinya.
Beberapa LSM lokal menuding bahwa klarifikasi tersebut hanyalah bentuk pengalihan isu dan bukan permintaan maaf yang sebenarnya.
Wabup Sutejo dalam kesempatan itu juga meminta maaf bila ada ucapan dari pemerintah daerah yang menyinggung pihak mana pun.
“Kami tetap mendukung kegiatan ilmiah, edukasi, dan promosi pariwisata terkait GMT. Ini momentum besar bagi Sorong,” katanya.















