aimas – Korban Gedung bangunan Majelis Taklim Asobiyah di Desa Sukamakmur, Kecamatan Ciomas, Kabupaten aimas , ambruk saat berlangsung kaitan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW
Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 08.30 WIB, ketika ratusan jamaah — terutama ibu-ibu — memenuhi lantai dua bangunan yang belum sepenuhnya siap digunakan
Akibat kelebihan kapasitas, struktur bangunan tidak mampu menahan beban, sehingga runtuh secara mendadak tanpa peringatan suara “kretek‑kretek” sebelumnya
Peristiwa tragis ini awalnya menewaskan tiga orang, serta melukai puluhan lainnya dengan kategori ringan hingga berat

Baca Juga : Arah Kebijakan Ekonomi Prabowo di Bawah Kawalan Menkeu Baru
Lokasi ambruknya bangunan terletak di pinggiran tebing dan diduga memiliki struktur rapuh sehingga mudah runtuh ketika dibebani berat berlebih Tim gabungan dari TNI, BPBD, Damkar, PMI, Dinas Kesehatan, serta relawan langsung dikerahkan untuk melakukan evakuasi dan penyisiran sisa korban tertimbun reruntuhan
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, memastikan bahwa seluruh biaya perawatan medis korban akan ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Bogor
Mayoritas korban merupakan ibu-ibu, dengan beberapa anak-anak—termasuk balita berusia 2,5 tahun—juga menjadi korban berat
Contohnya, seorang balita inisial RN (2,5 tahun) mengalami luka serius di kepala setelah tertimpa reruntuhan, bahkan didiagnosis harus segera dioperasi
Euis, salah satu korban, menceritakan bahwa tidak ada tanda-tanda peringatan sebelum bangunan ambruk. Ia bersama jamaah lainnya terjatuh dan mengalami cedera pada tangan serta bibir
Kapolsek turut memastikan bahwa semua korban telah berhasil dievakuasi—tidak ada yang tertimbun lagi di bawah reruntuhan
Gubernur Jabar juga menegaskan melalui pernyataan resmi bahwa kejadian ini harus jadi pelajaran penting bagi seluruh jajaran dalam merancang bangunan publik dan keagamaan
Sementara itu, tim di lokasi terus bekerja membersihkan reruntuhan serta melakukan edukasi kebencanaan kepada warga setempat agar ini
Dari data total terbaru, jumlah korban luka dan korban meninggal menunjukkan tren meningkat drastis—mencapai 174 korban secara keseluruhan jika dikalkulasi dari berbagai sumber gabungan (151 luka + 4 meninggal + keragaman data sebelumnya)















