Aimas – Buatkan Materi Berita Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mengunjungi para korban ledakan di SMAN 72 Jakarta yang kini tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Islam Jakarta (RSIJ) Cempaka Putih, Jumat (8/11/2025). Kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap para siswa, guru, dan petugas sekolah yang menjadi korban dalam insiden memilukan tersebut.
Dalam kunjungan itu, Risma didampingi sejumlah pejabat dari Kementerian Sosial, termasuk tim dari Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial (PSKBS). Ia secara langsung melihat kondisi para korban, berbincang dengan keluarga, serta memastikan seluruh kebutuhan medis dan psikologis korban mendapat perhatian penuh dari pemerintah.
Suasana Haru di Ruang Perawatan

Setibanya di RSIJ Cempaka Putih, Mensos Risma langsung menuju ruang perawatan intensif tempat beberapa korban dirawat akibat luka bakar dan benturan keras. Ia tampak menenangkan para orang tua yang masih diliputi rasa panik dan cemas.
“Saya ikut prihatin dan berduka atas musibah ini. Tolong tetap kuat ya, Nak. Pemerintah akan membantu semaksimal mungkin agar kalian bisa pulih,” ujar Risma sambil menggenggam tangan salah satu korban siswa yang tengah terbaring di tempat tidur.
Baca Juga : Semangat Resolusi Jihad dalam Perang 10 November 1945
Dalam kesempatan itu, Risma juga berbicara dengan tim dokter yang menangani para korban untuk mengetahui perkembangan kondisi terkini. Pihak rumah sakit melaporkan bahwa sebagian korban mengalami luka bakar ringan hingga sedang, sementara beberapa lainnya masih menjalani observasi intensif karena terpapar ledakan secara langsung.
Direktur RSIJ Cempaka Putih, dr. Fadillah Alaydrus, menyampaikan bahwa tim medis telah bekerja maksimal sejak para korban pertama kali dibawa dari lokasi kejadian.
“Kami sudah memberikan penanganan cepat, termasuk tindakan untuk luka bakar dan trauma inhalasi. Alhamdulillah, kondisi beberapa korban mulai stabil,” katanya.
Mensos Pastikan Bantuan Segera Disalurkan
Usai melihat kondisi para korban, Mensos memastikan bahwa Kementerian Sosial akan segera menyalurkan bantuan tanggap darurat, baik berupa bantuan medis, santunan, maupun dukungan psikososial bagi keluarga terdampak.
“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak sekolah, pemerintah provinsi, dan dinas sosial setempat. Tim Kemensos juga menyiapkan tenaga psikolog dari Sentra Terpadu untuk memberikan pendampingan emosional kepada siswa yang mengalami trauma,” jelas Risma.
Ia menambahkan bahwa selain bantuan langsung, Kemensos juga akan menyiapkan bantuan rehabilitasi sosial jangka panjang jika diperlukan, terutama bagi korban yang membutuhkan waktu pemulihan lebih lama.
“Tidak hanya pengobatan fisik, kami ingin anak-anak dan guru yang mengalami kejadian ini bisa pulih secara mental. Karena peristiwa seperti ini bisa meninggalkan trauma mendalam,” ujarnya.
Ledakan di SMAN 72: Kronologi Singkat
Insiden ledakan di SMAN 72 Jakarta terjadi pada Kamis pagi (7/11/2025) di area laboratorium sekolah. Berdasarkan keterangan awal pihak kepolisian, ledakan diduga berasal dari tabung gas bahan praktikum yang bocor dan memicu percikan api.
Saat kejadian, sejumlah siswa tengah melakukan kegiatan belajar di sekitar area tersebut. Suara ledakan terdengar hingga ke luar lingkungan sekolah, membuat warga sekitar panik. Beberapa siswa dan guru langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat, termasuk RSIJ Cempaka Putih, untuk mendapatkan perawatan.
Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Budhi Herdi Susianto, menjelaskan bahwa tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) masih melakukan penyelidikan terkait penyebab pasti ledakan.
“Kami sudah mengamankan lokasi dan beberapa barang bukti dari laboratorium. Dugaan sementara berasal dari tabung gas bocor, namun masih akan kami pastikan setelah hasil uji forensik keluar,” ujarnya.
Pemprov DKI Jakarta Turut Bergerak Cepat
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga langsung menurunkan tim dari Dinas Pendidikan dan Dinas Sosial untuk menangani dampak ledakan. Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono, menyampaikan rasa prihatinnya dan memastikan pemerintah daerah akan menanggung seluruh biaya pengobatan korban.
“Kami akan memastikan semua korban mendapat perawatan terbaik. Kami juga akan mengevaluasi seluruh fasilitas laboratorium sekolah agar kejadian seperti ini tidak terulang,” kata Heru dalam pernyataan resminya.
Selain itu, Dinas Pendidikan juga akan melakukan audit keselamatan di seluruh sekolah yang memiliki laboratorium, termasuk memeriksa standar keamanan alat-alat praktikum dan tabung gas.
Kemensos Fokus pada Pemulihan Psikologis
Mensos Risma menegaskan bahwa pascakejadian seperti ini, perhatian terhadap kesehatan mental anak-anak sekolah sangat penting. Ia menyebut, Kemensos telah menugaskan tim Layanan Dukungan Psikososial (LDP) untuk datang langsung ke SMAN 72 dan berinteraksi dengan para siswa yang tidak mengalami luka fisik namun mungkin terdampak trauma.















